Hukum Dasar Ilmu Kimia
Hukum LAVOISIER
Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
Hukum AVOGADRO
Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang sama mengandung jumlah molekul yang sama.
Hukum PROUST
Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.
Hukum DALTON
Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, maka perbandingan massa salah satu unsur yang bersenyawa dengan massa unsur lainnya merupakan bilangan bulat sederhana.
Hukum Gas Ideal
| P | Tekanan |
| V | Volume |
| n | Jumlah mol |
| R | Konstanta gas |
| T | Suhu Kelvin |
Hukum GAY-LUSSAC
Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi merupakan bilangan bulat sederhana.
Persamaan Reaksi
Koefisien reaksi digunakan untuk menunjukkan perbandingan jumlah mol zat yang bereaksi.
Pembakaran Hidrokarbon
Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO₂ dan H₂O.
Rumus Empiris & Molekul
Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana unsur-unsur penyusun suatu senyawa.
Termokimia
Reaksi Eksoterm
Menghasilkan / membebaskan kalor.
Reaksi Endoterm
Membutuhkan / menyerap kalor.
Entalpi Pembentukan
Perubahan entalpi pembentukan satu mol senyawa dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.
Entalpi Pembakaran
Perubahan entalpi ketika satu mol zat dibakar sempurna dengan oksigen.
Energi Ikatan
Kalorimeter
Laju Reaksi
Kecepatan Reaksi
- Berkurangnya konsentrasi pereaksi.
- Bertambahnya konsentrasi hasil.
Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Semakin besar permukaan kontak, semakin tinggi kecepatan reaksi.
Semakin tinggi konsentrasi pereaksi, semakin tinggi kecepatan reaksi.
Semakin tinggi suhu reaksi, semakin cepat reaksi berlangsung.
Katalisator
Katalis dapat mempercepat laju reaksi karena menurunkan energi aktivasi.
- Tidak dapat menyebabkan reaksi.
- Tidak menggeser kesetimbangan.
- Bersifat spesifik.
Kesetimbangan Kimia
Persamaan Reaksi
Konstanta Kesetimbangan
Kc digunakan untuk kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.
Kesetimbangan Tekanan Parsial
Hubungan Kp dan Kc
Reaksi dengan Harga K
- Reaksi dibalik → K menjadi 1/K
- Reaksi dikali n → K menjadi Kⁿ
- Reaksi dibagi n → K menjadi ⁿ√K
Pergeseran Kesetimbangan
Jika sistem kesetimbangan diberikan aksi yang mengganggu sistem, maka sistem akan memberikan reaksi yang mengurangi pengaruh tersebut.
Menambah pereaksi → bergeser ke produk.
Tekanan naik → bergeser ke jumlah mol gas lebih kecil.
Larutan
Larutan Elektrolit
- Larutan yang dapat menghantarkan listrik.
- Ionisasi menghasilkan ion.
- Elektrolit kuat terionisasi sempurna.
- Elektrolit lemah terionisasi sebagian.
Konsentrasi Larutan
Pengenceran
Pencampuran
Larutan Non Elektrolit
Penurunan titik beku, kenaikan titik didih, tekanan osmotik dan sifat koligatif.
Larutan Elektrolit
i = faktor van't Hoff
Teori Asam-Basa
Asam menghasilkan H⁺.
Basa menghasilkan OH⁻.
Asam = donor proton.
Basa = akseptor proton.
Asam = penerima pasangan elektron bebas.
Basa = pemberi pasangan elektron bebas.
Derajat Keasaman (pH)
Menghitung [H⁺] dan [OH⁻]
Larutan Penyangga
Larutan penyangga mempertahankan pH ketika sedikit asam atau basa ditambahkan.
Hidrolisis
| Garam | Sifat | pH |
|---|---|---|
| Asam kuat + basa kuat | Tidak terhidrolisis | 7 |
| Asam lemah + basa kuat | Terhidrolisis sebagian | > 7 |
| Asam kuat + basa lemah | Terhidrolisis sebagian | < 7 |
| Asam lemah + basa lemah | Terhidrolisis | tergantung Ka/Kb |
Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Untuk elektrolit yang sukar larut.
Hubungan Ksp dengan kelarutan:
Penyetaraan Reaksi REDOKS
Cara 1/2 Reaksi
- Tentukan unsur yang mengalami reaksi redoks.
- Tulis 1/2 reaksi.
- Samakan jumlah atom yang terlibat.
- Tambahkan H₂O jika kurang O.
- Tambahkan H⁺ jika kurang H.
- Samakan elektron.
- Gabungkan kedua reaksi.
Sel Volta
Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
E° lebih besar → mengalami reduksi.
E° lebih kecil → mengalami oksidasi.
Karena
Deret Volta
- Semakin ke kiri semakin mudah dioksidasi.
- Semakin ke kanan semakin mudah direduksi.
- Logam kiri dapat mereduksi ion logam kanan.
Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menggunakan energi listrik.
- Katoda → reduksi
- Anoda → oksidasi
- Elektroda dapat inert / aktif.
Hukum Faraday
Koloid
Pengelompokan Sistem Koloid
| Fase Terdispersi | Medium | Nama | Contoh |
|---|---|---|---|
| Gas | Cair | Busa | Sabun |
| Gas | Padat | Busa padat | Batu apung |
| Cair | Gas | Aerosol cair | Kabut |
| Cair | Cair | Emulsi | Susu |
| Cair | Padat | Gel | Mentega |
| Padat | Gas | Aerosol padat | Asap |
| Padat | Cair | Sol | Tinta |
Struktur Atom
Lambang Atom
A = nomor massa
Z = nomor atom
Proton = Z
Neutron = A − Z
Elektron = Z − muatan
Istilah dalam Atom
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Isotop | Nomor atom sama, nomor massa berbeda. |
| Isobar | Nomor massa sama, nomor atom berbeda. |
| Isoton | Jumlah neutron sama. |
| Isoelektron | Jumlah elektron sama. |
Konfigurasi Elektron
Elektron mengisi orbital dari tingkat energi rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Elektron tidak berpasangan sebelum orbital dalam subkulit terisi satu elektron.
Tidak ada dua elektron dalam satu atom yang mempunyai empat bilangan kuantum sama.
Bilangan Kuantum
- n = bilangan kuantum utama
- l = bilangan kuantum azimut
- m = bilangan kuantum magnetik
- s = bilangan kuantum spin
l = 1 → p
l = 2 → d
l = 3 → f
Sistem Periodik
Menentukan Golongan dan Periode
Unsur-unsur yang konfigurasi elektronnya berakhir pada subkulit s dan p.
Golongan Transisi (B)
Golongan ditentukan berdasarkan jumlah elektron pada subkulit d dan s.
Sifat-Sifat Periodik
- Energi ionisasi ↑
- Elektronegativitas ↑
- Afinitas elektron ↑
- Jari-jari ↑
- Sifat logam ↑
- Reduktor ↑
Ikatan Kimia
Kaidah Oktet
Atom cenderung memiliki delapan elektron pada kulit terluarnya untuk mencapai kestabilan.
Terjadi karena adanya serah-terima elektron.
Terjadi karena pemakaian pasangan elektron bersama.
Ikatan Kovalen Polar
Elektron dipakai bersama tetapi tertarik lebih kuat oleh salah satu atom.
Ikatan Kovalen Nonpolar
Elektron dipakai bersama secara relatif seimbang.
Ikatan Logam
Ikatan antaratom logam dengan elektron valensi yang terdelokalisasi.
- Mengkilap.
- Konduktor listrik.
- Dapat ditempa.
- Dapat ditarik menjadi kawat.
Gugus Alkil
| Rumus | Nama |
|---|---|
| CH₃− | Metil |
| C₂H₅− | Etil |
| C₃H₇− | Propil |
| C₄H₉− | Butil |
| C₅H₁₁− | Pentil |
Nama-Nama Alkana
Metana
Etana
Propana
Butana
Pentana
Heksana
Heptana
Oktana
Nonana
Alkena
Memiliki ikatan rangkap dua C=C.
Alkuna
Memiliki ikatan rangkap tiga C≡C.
Isomer Fungsi
| Gugus | Nama |
|---|---|
| R−OH | Alkohol |
| R−O−R | Eter |
| R−CHO | Aldehid |
| R−CO−R | Keton |
| R−COOH | Asam karboksilat |
| R−COOR | Ester |
Isomer Geometri
CH₃
H — C = C — H
CH₃
H
CH₃ — C = C — CH₃
H
Perbedaan Alkohol dan Eter
- Mudah larut air.
- Tidak mudah menguap.
- Bereaksi dengan Na.
- Dapat dioksidasi.
- Sukar larut air.
- Mudah menguap.
- Tidak bereaksi dengan Na.
Senyawa Aromatik
Senyawa aromatik memiliki cincin benzena (C₆H₆) dan turunannya.
| Senyawa | Rumus |
|---|---|
| Toluena | C₆H₅CH₃ |
| Anilina | C₆H₅NH₂ |
| Fenol | C₆H₅OH |
| Asam benzoat | C₆H₅COOH |
| Benzaldehida | C₆H₅CHO |
Posisi Substituen Benzena
1,2
1,3
1,4
Reaksi Esterifikasi
Asam karboksilat + alkohol menghasilkan ester.
Reaksi Saponifikasi
Ester direaksikan dengan basa menghasilkan garam karboksilat dan alkohol.
Reaksi Senyawa Karbon
Reaksi Substitusi
Reaksi Adisi
Ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal.
Reaksi Eliminasi
Pembentukan ikatan rangkap dari senyawa jenuh.
Oksidasi Alkohol
Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid dan kemudian asam karboksilat.
Alkohol sekunder menghasilkan keton.
Kimia Lingkungan
Udara
| Gas | Komposisi |
|---|---|
| N₂ | 78% |
| O₂ | 21% |
| Ar | 0,93% |
| CO₂ | 0,03% |
Pencemaran Udara
- Karbon monoksida (CO)
- Karbon dioksida (CO₂)
- Sulfur dioksida (SO₂)
- Nitrogen oksida (NOₓ)
Air
Persyaratan Air Bersih
- Tidak berwarna.
- Tidak berbau.
- Tidak berasa.
- pH mendekati 7.
- Tidak mengandung mikroorganisme berbahaya.
Air Sadah
Air sadah mengandung ion Ca²⁺ dan Mg²⁺.